Bebas.

   Di suatu zaman, hiduplah seorang Raja yang sangat dihormati karena bijak, murah hati, dan pemberani. Raja tersebut lahir dengan nama Bahr di sebuah gubuk kecil disalah satu sudut kota yang kumuh. Bahr terlahir sebagai manusia yang normal. Ayahnya seorang nelayan dan ibunya seorang pedagang ikan. Meski kedua orang tuanya bekerja, kehidupan masa kecil Bahr bisa dibawah dibawah rata-rata. Banyaknya preman,para penjaga (sebutan polisi untuk jaman sekarang) banyak yang semena-mena kepada rakyat, dan pajak yang dibebankan terlalu besar adalah penyebabnya. Kehidupan Bahr tidak berubah sampai ia berumur 17 tahun.
   Waktu itu sang raja dimasa mudanya bisa dibilang seorang remaja yang nakal. Ingin merasakan kebebasan lebih dari siapapun. Ia mencuri, menjahili penjaga, tetapi dilain waktu ia juga membantu orang-orang. Ia seaperti Robin Hood. Raja tersebut tidak sendiri, ada 4 kawan yang setia bersamanya, Vuur, Shajara, Nebo, dan Qunae. Persamaan prinsip 'Kebebasan', Bahr dan 4 kawannya tersebut membuat sebuah kelompok yang nantinya akan sangat terkenal yang bernama "Notte".

  Bahr muda bersama Notte melakukan pencurian dimalam hari. Hasil dari curian mereka dibagikan kepada rakyat di daerah kumuh diseluruh kota. Raja pada zaman itu dikenal sebagai araja yang amat sombong dan kejam. Raja tersebut bernama Qas, seorang raja yang paling di sejarah Kerajaan tersebut. Raja Qas tak segan untuk membunuh warga yang terlambat membayar pajak, atau bahkan hanya lewat didepannya tanpa seizin dirinya. Sangatlah Raja yang buruk. Raja Qas mendengar tentang kelompok Notte dan tidak bisa diam. Ia memerintah seluruh pasukannya untuk memburu kelompok itu.

  Seorang anggota Notte berkhianat tanpa sepengetahuan 4 anggota lainnya. Pada suatu malam saat Notte sedang melakukan pencurian disebuah gudang milik orang kaya, mereka tiba-tiba dikepung oleh tentara kerajaan suruhan Raja Qas. Kelima anggota Notte ditangkap dan dibuka kedoknya oleh salah satu Komandan Kerajaan. Kecuali satu orang, Qunae. Komandan tersebut membawa Qunae ketempat lain jauh dari 4 anggota lainnya. Bahr dan ketiga kawannya tak menyadari hal itu. Anggota Notte yang tersisa disiksa habis-habisan didepan Raja Qas. Seorang Komandan yang melakukan penyiksaan merasa hal ini tidak benar, nama komandan itu adalah Khaisar. Komandan Khaisar sudah mengabdi pada Kerajaan sebelum Qas menjadi Raja, dan baru pertama kalinya Khaisar melakukan hal semacam penyiksaan. Khaisar melakukan protes didepan Raja Qas dan karena itu Khaisar mendapat hukuman yang sama dan dijebloskan ke penjara.

  Keesokan harinya sisa anggota Notte dan Khaisar yang mendekam dipenjara setelah penyiksaan berhasil melarikan diri ketika ayam masih belum berkokok. Anak buah Khaisar lah yang menyelamatkan mereka. Anggota Notte beserta Khaisar dan anak buahnya Zena bersembunyi disebuah gua ditepi pantai. Disaat itu pula Bahr mendengar kabar dari Zena bahwa orang tuanya telah dibunuh oleh Raja Qas dan pengkhianatan yang dilakukan Qunae. Zena juga menjelaskan bahwa Qunae sebelumnya telah ditangkap terlebih dahulu dan diberi iming-iming jika ia menjual Notte ia akan dijadikan bangsawan. Mengetahui hal itu, Bahr, anggota Notte bersama Khaisar dan Zena merencanakan pembalasan dendam.

  Siang harinya Bahr menyamar menjadi tentara Kerajaan dan berhasil masuk kerumahnya untuk melihat jasad kedua orang tuanya. Jasad keduanya ditemukan diatas ranjang sedang berpelukan, terdapat luka sayatan dan tusukan dipunggung keduanya. Bahr menangis sangat haru. Ia memeluk kedua orang tuanya yang sudah tinggal jasad. Disaat Bahr memeluk mereka, ditengah-tengah pelukan terdapat sebuah kotak. Bahr membukanya dan terdapat kalung dan surat yang berisi :

Bahr, ketika kau membaca surat ini itu berarti kami sudah tiada.
17 tahun membesarkanmu adalah hal yang sangat membahagiakan hidup kami.
Dibawah atap yang reyot seperti ini kami masih bisa melihatmu tertawa senang.
Meski kau menjadi seorang pencuri, tetapi menurut kami kau adalah pencuri yang baik hati, semua orang tau itu.
Lakukanlah apa yang menurutmu benar, tetapi jangan lupa kau harus tetap bertanggung jawab.
Kami akan selalu berada di pihakmu sayang.
Kami memberimu nama Bahr yang berarti lautan.
Kami ingin kau bebas, tidak seperti kami yang terperangkap.
Tapi kami tidak bisa membuatmu bebas.
Kami tahu itu.
Maka dari itu, kami membuatkanmu sebuah kalung kristal.
Ayah menemukannya dilaut saat sedang menyelam mencari ikan disebuah bangkai kapal.
Menurut ibumu, kristal ini seperti dirimu.
Ketika ia melihatnya terlihat kebebasan bagaikan lautan, ah tidak mungkin Samudra.
Kami ingin kau menjaga ini.
Jangan menangis Bahr.
Kami akan mati dengan tersenyum untukmu.
Maaf  kami tidak bisa melihatmu untuk terakhir kalinya.
 
  Bahr melihat wajah kedua orangtuanya, mereka tersenyum. Bahr mengusap air matanya lalu mengenakan kalung kristal itu. Ia pergi kehalaman belakang rumahnya untuk menggali makam bagi orang tuanya. Ia menguburkan mereka dengan sangat layak.
 "Mulai hari ini aku bukanlah lautan. Aku akan menjadi Samudra untuk kalian. Bahrvkianos. Itulah namaku sekarang."

  Satu minggu setelah itu, Bahrvkianos mengubah Notte menjadi Notte Frizzante yang beranggotakan Vuur, Shajara, Nebo, dan pasukan pemberontak dari bawahan komandan Khaisar. Ketika matahari sudah tenggelam, Notte Frizzante menyerbu ke istana Kerajaan dengan sangat tenang. Mereka berencana untuk mengadakan serangan kejutan. 5 hari sebelum penyerangan, kumpulan selebaran berserakan di altar Kerajaan yang berisikan tentang hari penyerangan terhadap istana. Seisi istana dipenuhi aura ketegangan yang sangat kuat.

  Ketika Bahrvkianos berhasil masuk, Vuur dan Nebo menggunakan kembang api untuk mengecoh para tentara, dan mereka berhasil. Para tentara panik lalu berbondong bondong ke tempat kembang api tersebut karena panik. Kerajaan ini sangat jarang mengikuti perang, sehingga mental para tentara agak sedikit lemah, berbeda dengan pasukan Khaisar yang sudah lama mengabdi pada Kerajaan yang sempat mencicipi arena pertempuran.

  Bahrvkianos dan Notte Frizzante berhasil menyudutkan Kerajaan dan banyak tentara kerajaan sudah menyerah. Hanya tersisa Raja Qas dan Qunae. Ekspresi keduanya tampak sangat kesal.
 "Wahai Bahr kawanku, sejujurnya aku tak berniat mengkhianatimu. Aku diancam oleh babi ini! Sungguh kawanku! Ampuni aku! Hanya aku!" teriak Qunae memohon ampun.
  "Dasar tidak tau diri, kau yang menerima tawaranku bahkan kau yang merencanakan pembunuhan itu! Lebih baik kau mati saja!" Raja Qas berteriak sambil memukuli Qunae dengan tangannya yang besar.
  "Wahai Raja yang sombong dan Kawanku Qunae, jujur saja, Aku tidak bisa memaafkan kalian berdua. Tindakan kalian sudah seperti iblis tak terampuni. Sebagai kawanmu akan ku beri kau kesempatan lagi, Qunae walaupun kau telah membunuh kedua orangtuaku. Sesungguhnya aku ingin juga membunuhmu tetapi aku tak bisa, entah mengapa. Tetapi untukmu Raja Qas, kau telah menyebabkan kesengsaraan bagi kami, rakyatmu. Untuk hukuman atas yang telah kau lakukan, akan kami tentukan didepan masyarakat. Untuk sekarang mari kawanku Qunae" Bahrvkianos menyodorkan tangan kepada Qunae yang tersujud didepannya. Tetapi tiba-tiba...
  "Dasar bodoh! Berada sedekat ini dengan pengkhianat menurutmu aku kan luluh dengan kata-katamu itu hah?! Mati sana!" Qunae mengeluarkan pisau sepanjang 10cm dari bajunya berniat menusuk Bahrvkianos guna membunuhnya.
  "Yang bodoh dirimu Qunae" Shajara muncul dari balik pintu sembari melemparkan pisau kearah tangan Qunae. "Kalian telah dikepung lho, masih mencoba membunuh pemimpin kami. Bodoh ya kalian."

  Qunae tergulung-gulung kesakitan sambil memegangi tangannya. Ia berteriak amat keras. Namun beberapa menit setelahnya Qunae menatap Bahrvkianos dalam-dalam penuh dengan amarah. Ia mencabut pisau yang menancap ditangannya lalu menusuk-nusuk Raja Qas dengan membabi buta.
 "LIHAT BAHR!!! LIHAT!! AKU JADI BEGINI KARENA KAU! ANDAI KAU TAK MELAKUKAN HAL INI AKU MASIH BISA HIDUP DENGAN ENAK! KAU YANG MEMBUATKU MENJADI PEMBUNUH! KAU YANG MEMBUATKU JADI KACAU SEPERTI INI!!" seketika Raja Qas mati karena tusukan itu.
 "Kawanku Qunae, itu bukan salahku. Kau terbuai harta dan kau menjadi rusak seperti ini." Ucap Bahrvkianos dengan sedih.
 "MASA BODO!! SEKARANG TINGGAL AKU DAN KALIAN, MAU KALIAN APAKAN AKU!? PENJARA?! SIKSA?! ATAU MENGAMPUNIKU!? BODOH! AKU MENDING MEMILIH MATI DARI PADA BERSAMA KALIAN!!" Qunae menusuk perutnya lalu merobak-robenya sampai ia mati.

  Bahrvkianos dan Notte Frizzante berhasil mendapat kemenangan, tetapi juga kehilangan yang amat besar. 10 tahun berlalu, kisah tentang era Kebebasan sudah berjalan selama itu. Notte Frizzante dikenal sebagai kelompok paling berpengaruh di kerajaan itu dan dipakai sebagai nama tentara di kerajaan. Sekarang, kerajaan itu telah damai,makmur, dan sejahtera. Tetapi dibalik semua itu, terdapat kisah yang gelap.

Comments

Popular Posts